Rabu, 21 Desember 2011

Perspektif level of communication

Fenomena kebijakan pengoprasian transportasi Taxi Meter/Argo di Kota Salatiga dalam perspektif level of communication

1.      Pendahuluan
            Seiring dengan kemajuan zaman, ilmu komunikasi menjadi hal yang dipandang penting bagi masyarakat. Komunikasi kini bukan hanya sekedar kegiatan, rutinitas, atau keharusan ditengah kehidupan masyarakat namun juga menjadi sesuatu yang layak untuk digali lebih dalam sebagai ilmu. Dalam ilmu komunikasi dikenal beberapa fenomena dan kajian yang dipelajari untuk mendalami ilmu komunikasi itu sendiri. Adapun rumusan  masalah dalam penulisan makalah ini adalah Bagaimana hubungan antara kebijakan angkutan berargo di Kota Salatiga dengan perspektif “level of communication?”.
Dalam Ilmu Komunikasi istilah “level of communication” meliputi Intrapersonal communication,  Interpersonal communicationSmall group communication, Public communication.
 Intrapersonal communication, Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang atau di pikiran individu. Dalam komunikasi intrapersonal pengolahan informasi terjadi melalui pancaindera dan system syaraf. Komunikasi ini merupakan dasar dari jenis-jenis komunikasi yang lain karena dengan adanya komunikasi intrapersonal dalam diri seseorang, komunikasi interpersonal, komunikasi small group, komunikasi publik dapat terlaksana. Sebagai contoh dari komunikasi intrapersonal adalah ketika seseorang sedang berfikir, melamun, merenung, berbicara pada diri sendiri, atau sedang menulis. Karena pada saat-saat seperti itulah kita mengolah informasi dari diri kita sendiri dan menerima informasi itu pula di dalam diri kita.
Interpersonal communication, Komunikasi interpersonal biasa disebut komunikasi antar pribadi, yaitu komunikasi yang terjadi antara dua orang. Komunikasi interpersonal memungkinkan terjadinya komunikasi secara dialogis dimana adanya interaksi antara pendengar dan pembicara secara bergantian. Dalam komunikasi jenis ini, komunikasi yang didasari adanya kesamaan latar belakang yang sama antara komunikator dan komunikan, akan menimbulkan tingkat keakraban yang lebih tinggi. Latar belakang disini bisa diartikan dengan tingkat pendidikan, profesi, agama, hobi, usia, dan sebagainya. Komunikasi interpersonal dipandang lebih efektif bila terjadi secara tatap muka atau face-to-face. Face-to-face communication menyebabkan kontak pribadi sehingga komunikator dapat mengetahui tanggapan dari komunikan secara langsung sehingga ia dapat mengontrol proses komunikasi selanjutnya agar bisa tercapai hasil yang maksimal. Bila bicara tentang  face-to-face communication, banyak ahli yang berpendapat bahwa komunikasi ini lah yang dipandang paling kuat diantara bentuk-bentuk interaksi manusia yang lain. Hal ini sekaligus mengingatkan bahwa seberapa canggih teknologi dan alat komunikasi sekarang, tidak dapat menggantikan keintiman dari komunikasi yang berlangsung secara tatap muka. Sebagagi contoh dari jenis komunikasi ini diantaranya ketika seorang ayah dan ibu sedang berbicara mengenai anaknya, dua orang mahasiswa sedang berdiskusi tentang kuliah, dua orang yang sedang melakukan curhat.
Small group communication, adalah komunikasi yang terjadi antara 3-12 individu (kelompok kecil) dimana individu-individu tersebut berkomunikasi sesuai dengan peran atau kedudukannya dalam kelompok itu. Komunikasi kelompok kecil ini terjadi di sekelompok orang yang mempunyai tujuan bersama, dan berinteraksi guna mencapai tujuan tersebut. Contoh dari komunikasi ini antara lain diskusi kelompok mahasiswa, pembicaraan yang terjadi di suatu keluarga, interaksi antara tetangga di suatu pemukiman.
Public communication, ialah kegiatan mengirim dan menerima pesan untuk mempengaruhi orang dalam jumlah yang besar. Komunikasi ini berlangsung dapat melalui komunikasi langsung dan komunikasi lewat media massa. Komunikasi publik yang berlangsung secara langsung contohnya adalah pidato presiden, presentasi atau pertemuan bisnis, ceramah keagamaan. Sedangkan komunikasi publik melalui media massa seperti TV, radio, koran, dan sebagainya. Komunikasi jenis ini biasanya berlangsung lebih formal dan lebih sulit dari bentuk komunikasi yang lain karena membutuhkan keberanian yang lebih.
Level of Communication atau tingkatan dalam komunikasi terbagi dari yang paling sederhana yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri kita sendiri, lalu meningkat ke komunikasi antarpribadi, meningkat lagi ke komunikasi pada sekelompok kecil orang dan yang terakhir adalah komunikasi pada sejumlah besar orang atau biasa disebut publik. Fenomena-fenomena komunikasi terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dalam berbagai bentuk, dan komunikasi dari berbagai tingkatan itu sendiri, dikatakan berhasil bila komunikan merespon pesan-pesan dari komunikator bahkan mewujudkannya dalam bentuk tindakan.

2.      Pembahasan
Kebijakan angkutan berargo di Kota Salatiga dalam perspektif level of communication.

            Pemerintah kota salatiga telah membuat pernyataan dimedia bahwa mantan Wali Kota John Manoppo SH telah mengeluarkan izin prinsip bagi perusahaan taksi untuk beroperasi di Salatiga, dan peraturan pelaksanaannya akan dirancang segera oleh Dishubkombudpar. Tanggapan para komunikan terhadap rencana pengoperasian taksi berbagai macam, disini komunikan tersebut tidak lain adalah sopir angkutan kota. Informasi tersebut sebelumnya tersebar dahulu dari satu individu dan informasi yang didapat menghasilkan efek yang buruk seperti, jika adanya taksi di Salatiga itu akan mengurangi pendapatan angkutan kota. Efek yang didapat Individu atau komunikan itu kemudian didiskusikan kepada sesama sopir angkot secara tatap muka, karena takut efeknya semakin buruk jika kebijakan pemerintah terkait pemberian izin operasional taksi direalisasikan. Kasus tersebut kemudian didiskusikan di IPAS atau Induk Paguyuban Angkot Salatiga, kemudian dari kebijkan-kebijakan tersebut Induk Paguyuban Angkot Salatiga (IPAS) Kota Salatiga menolak kebijakan pemerintah setempat terkait pemberian izin operasional taksi di wilayahnya. Menurut Sudjarko sebagai juru bicara IPAS Salatiga, keberadaan taksi di Kota Salatiga belum begitu diperlukan. Selain kondisi geografis Kota Salatiga sempit, angkutan umum di daerah tersebut juga sudah mencukupi kebutuhan masyarakat.

3.      Kesimpulan
            Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan diatas Surat izin pengoprasian taksi masih merupakan wacana karena masa jabatan mantan Wali Kota John Manoppo SH sudah habis. Dinas perhubungan menunda sementara izin prinsip tersebut karena ditakutkan terjadi dampak-dampak yang tidak diinginkan seperti aksi demo atau aksi mogok para sopir angkutan kota, karena dianggap Kota Salatiga adalah kota kecil yang belum memerlukan alat transportasi taksi. Tingkatan dalam komunikasi terbagi dari yang paling sederhana yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri kita sendiri seperti pada individu yang menerima informasi yang menimbulkan efek negatif. Lalu meningkat ke komunikasi antarpribadi seperti pada sopir angkot yang mendiskusikan masalah kebijakan tersebut kepada sesama sopir angkot secara tatap muka, meningkat lagi ke komunikasi pada sekelompok kecil orang dan yang terakhir adalah komunikasi pada sejumlah besar orang yaitu di IPAS atau Induk Paguyuban Angkot Salatiga yang mendiskusikan kebijkan-kebijakan tersebut yang menolak kebijakan pemerintah setempat terkait pemberian izin operasional taksi di wilayahnya.
Dalam kasus ini tingkatan dalam komunikasi yang meliputi Intrapersonal communication,  Interpersonal communicationSmall group communication, Public communication sangatlah berpengaruh karena mulai dari komunikasi intrapersonal yang kemudian menuju ke komunikasi publik yang akhirnya melakukan tindakan kritis terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah secara berkelompok.



DAFTAR PUSTAKA
Effendy, Uchjana Onong, IlmuTeori dan Filsafat Komunikasi, Citra Aditya             Bakti, Bandung, 2003.
Katleen A. Bagley, Ed. D. dalam Face to Face Communication-Making Human    Connection in a Technology-driven world.
K. Freddy. 2011. Salatiga belum butuh Taksi. Salatiga: Majalah Scientiarum           UKSW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar